AMP
Something went wrong while trying to load more search results.
We apologize for the inconvenience caused.
Please try again later.

;(

Something went wrong…

…while trying to load the search results.
We apologize for the inconvenience caused.
Please try again later.

amp-animation

Menentukan dan menjalankan animasi.

Skrip yang Diperlukan <script async custom-element="amp-animation" src="https://cdn.ampproject.org/v0/amp-animation-0.1.js"></script>
Tata Letak yang Didukung nodisplay
Contoh animations.amp.html

Ringkasan

Animasi AMP mengandalkan Web Animations API untuk menentukan dan menjalankan animasi di dokumen AMP.

Format

Elemen amp-animation menentukan animasi seperti struktur JSON.

Spesifikasi animasi level teratas

Objek level teratas menentukan keseluruhan proses animasi yang terdiri dari sembarang jumlah komponen animasi yang ditetapkan sebagai array animations :

<amp-animation layout="nodisplay">
<script type="application/json">
{
  // Timing properties
  ...
  "animations": [
    {
      // Animation 1
    },
    ...
    {
      // Animation N
    }
  ]
}
</script>
</amp-animation>

Penempatan dalam DOM

<amp-animation> hanya boleh ditempatkan sebagai turunan langsung dari elemen <body> jika trigger="visibility". Jika trigger tidak ditetapkan dan pemutaran animasi dikontrol secara terprogram melalui tindakannya, elemen ini dapat ditempatkan di mana saja dalam DOM.

Komponen animasi

Setiap komponen animasi adalah efek keyframe dan terdiri dari:

  • Elemen target yang dirujuk oleh selektor
  • Kondisi: kueri media dan kondisi dukungan
  • Properti pengaturan waktu
  • Keyframe
{
  "selector": "#target-id",
  // Conditions
  // Variables
  // Timing properties
  // Subtargets
  ...
  "keyframes": []
}

Kondisi

Kondisi dapat menentukan apakah komponen animasi ini disertakan dalam animasi final atau tidak.

Kueri media

Kueri media dapat ditentukan menggunakan properti media. Properti ini dapat berisi ekspresi apa pun yang diizinkan untuk Window.matchMedia API dan sesuai dengan aturan CSS @media.

Jika ada nilai yang ditentukan untuk sebuah komponen animasi, komponen animasi tersebut hanya akan disertakan jika kueri media cocok dengan lingkungan saat ini.

Kondisi dukungan

Kondisi dukungan dapat ditentukan menggunakan properti supports. Properti ini dapat berisi ekspresi apa pun yang diizinkan untuk CSS.supports API dan sesuai dengan aturan CSS @supports.

Jika ada nilai yang ditentukan untuk sebuah komponen animasi, komponen animasi tersebut hanya akan disertakan jika kondisi dukungan cocok dengan lingkungan saat ini.

Pernyataan switch animasi

Dalam beberapa kasus, Anda dapat menggabungkan beberapa animasi bersyarat dengan sebuah default opsional ke dalam satu animasi. Hal ini dapat dilakukan menggunakan pernyataan animasi switch dalam format:

{
  // Optional selector, vars, timing
  ...
  "switch": [
    {
      "media": "(min-width: 320px)",
      "keyframes": {...},
    },
    {
      "supports": "offset-distance: 0",
      "keyframes": {...},
    },
    {
      // Optional default: no conditionals
    }
  ]
}

Dalam animasi switch, kandidat dievaluasi sesuai urutan yang ditentukan dan animasi pertama yang cocok dengan pernyataan bersyarat dieksekusi dan sisanya diabaikan.

Misalnya, animasi ini menjalankan animasi jalur gerak jika didukung dan melakukan fallback ke transformasi:

{
  "selector": "#target1",
  "duration": "1s",
  "switch": [
    {
      "supports": "offset-distance: 0",
      "keyframes": {
        "offsetDistance": [0, '300px']
      }
    },
    {
      "keyframes": {
        "transform": [0, '300px']
      }
    }
  ]
}

Variabel

Komponen animasi dapat mendeklarasikan variabel CSS yang akan digunakan untuk nilai pengaturan waktu dan keyframe melalui ekspresi var(). Ekspresi var() dievaluasi menggunakan konteks target saat ini. Variabel CSS yang ditentukan dalam komponen animasi disebarkan ke animasi bertingkat, diterapkan ke target animasi, sehingga mengganti variabel CSS yang digunakan dalam animasi final.

Misalnya:

<amp-animation layout="nodisplay">
<script type="application/json">
{
  "--delay": "0.5s",
  "--x": "100px",
  "animations": [
    {
      "selector": "#target1",
      "delay": "var(--delay)",
      "--x": "150px",
      "keyframes": {"transform": "translate(var(--x), var(--y, 0px)"}
    },
    ...
  ]
}
</script>
</amp-animation>

Dalam contoh ini:

  • --delay disebarkan ke animasi bertingkat dan digunakan sebagai penundaan untuk animasi #target1.
  • --x disebarkan ke animasi bertingkat namun digantikan oleh animasi #target1 dan selanjutnya digunakan untuk properti transform.
  • --y tidak ditentukan di mana pun dalam <amp-animation> dan selanjutnya akan dikueri dalam elemen #target1. Nilai defaultnya adalah 0px jika tidak ditetapkan dalam CSS.

Untuk informasi lebih lanjut tentang var(), lihat bagian var() dan calc().

Properti pengaturan waktu

Komponen animasi dan animasi level teratas dapat berisi properti pengaturan waktu. Properti ini dijelaskan secara terperinci dalam spesifikasi Animasi Web AnimationEffectTimingProperties. Kumpulan properti yang diizinkan di sini meliputi:

Properti Jenis Default Deskripsi
duration time 0 Durasi animasi. Nilai numerik dalam milidetik atau nilai waktu CSS, misalnya 2s.
delay time 0 Penundaan sebelum animasi mulai dijalankan. Nilai numerik dalam milidetik atau nilai waktu CSS, misalnya 2s.
endDelay time 0 Penundaan setelah animasi selesai dan sebelum benar-benar dianggap selesai. Nilai numerik dalam milidetik atau nilai waktu CSS, misalnya 2s.
iterations angka atau
"Infinity" atau
"infinite"
1 Frekuensi pengulangan efek animasi.
iterationStart angka/CSS 0 Offset waktu saat efek mulai dianimasikan.
easing string "linear" Fungsi pengaturan waktu digunakan untuk menskalakan waktu guna menghasilkan efek easing.
direction string "normal" Salah satu dari "normal", "reverse", "alternate" atau "alternate-reverse".
fill string "none" Salah satu dari "none", "forwards", "backwards", "both", "auto".

Semua properti pengaturan waktu menerima nilai numerik/string langsung atau nilai CSS. Misalnya, "duration" dapat ditetapkan sebagai 1000 atau 1s atau 1000ms. Selain itu, calc() dan var() serta ekspresi CSS lainnya juga didukung.

Contoh properti pengaturan waktu di JSON:

{
  ...
  "duration": "1s",
  "delay": 100,
  "endDelay": "var(--end-delay, 10ms)",
  "easing": "ease-in",
  "fill": "both"
  ...
}

Komponen animasi mewarisi properti pengaturan waktu yang ditentukan untuk animasi level teratas.

Subtarget

Di mana pun selector dapat ditentukan, subtargets: [] juga dapat ditentukan. Subtarget dapat menggantikan properti pengaturan waktu atau variabel yang ditentukan dalam animasi untuk subtarget tertentu yang ditunjukkan melalui indeks atau selektor CSS.

Misalnya:

{
  "selector": ".target",
  "delay": 100,
  "--y": "100px",
  "subtargets": [
    {
      "index": 0,
      "delay": 200,
    },
    {
      "selector": ":nth-child(2n+1)",
      "--y": "200px"
    }
  ]
}

Dalam contoh ini, secara default semua target yang cocok dengan ".target" memiliki penundaan 100 milidetik dan "--y" 100 piksel. Namun, target pertama (index: 0) diganti agar memiliki penundaan 200 milidetik; dan target ganjil diganti agar memiliki "--y" 200 piksel.

Perlu diperhatikan bahwa beberapa subtarget dapat mencocokkan satu elemen target.

Keyframe

Keyframe dapat ditentukan dengan berbagai cara yang dijelaskan di bagian keyframe pada spesifikasi Animasi Web atau sebagai string yang merujuk ke nama @keyframes di CSS.

Berikut beberapa contoh umum definisi keyframe.

Shorthand format "to" bentuk objek menentukan status akhir 100%:

{
  "keyframes": {"opacity": 0, "transform": "scale(2)"}
}

Shorthand format "from-to" bentuk objek menentukan status awal dan akhir 0 dan 100%:

{
  "keyframes": {
    "opacity": [1, 0],
  "transform": ["scale(1)", "scale(2)"]
}
}

Shorthand format "value-array" bentuk objek menentukan beberapa nilai untuk status awal, akhir, dan beberapa offset (berjarak sama):

{
  "keyframes": {
    "opacity": [1, 0.1, 0],
  "transform": ["scale(1)", "scale(1.1)", "scale(2)"]
}
}

Bentuk array menentukan keyframe. Offset ditetapkan secara otomatis pada 0, 100% dan berjarak sama di antaranya:

{
  "keyframes": [
    {"opacity": 1, "transform": "scale(1)"},
  {"opacity": 0, "transform": "scale(2)"}
]
}

Bentuk array juga dapat menyertakan "offset" secara eksplisit:

{
  "keyframes": [
    {"opacity": 1, "transform": "scale(1)"},
  {"offset": 0.1, "opacity": 0.1, "transform": "scale(2)"},
{"opacity": 0, "transform": "scale(3)"}
]
}

Bentuk array juga dapat menyertakan "easing":

{
  "keyframes": [
    {"easing": "ease-out", "opacity": 1, "transform": "scale(1)"},
  {"opacity": 0, "transform": "scale(2)"}
]
}

Untuk format keyframe lainnya, lihat spesifikasi Animasi Web.

Nilai properti menerima semua nilai CSS yang valid, termasuk calc(), var(), dan ekspresi CSS lainnya.

Keyframe dari CSS

Cara lain untuk menentukan keyframe ada dalam stylesheet dokumen (tag <style>) sebagai aturan CSS @keyframes. Misalnya:

<style amp-custom>
  @keyframes keyframes1 {
    from {
      opacity: 0;
    }
    to {
      opacity: 1;
    }
  }
</style>

<amp-animation layout="nodisplay">
<script type="application/json">
{
  "duration": "1s",
  "keyframes": "keyframes1"
}
</script>
</amp-animation>

Sebagian besar @keyframes CSS setara dengan penempatan definisi keyframe secara inline di JSON sesuai spesifikasi Animasi Web. Namun, terdapat beberapa variasi:

  • Untuk dukungan platform luas, prefiks vendor, misalnya @-ms-keyframes {} atau -moz-transform mungkin diperlukan. Prefiks vendor tidak diperlukan dan tidak diizinkan dalam format JSON, tetapi mungkin diperlukan dalam CSS.
  • Platform yang tidak mendukung calc() dan var() tidak akan dapat memanfaatkan polyfill amp-animation jika keyframe ditentukan dalam CSS. Oleh karena itu, direkomendasikan untuk selalu menyertakan nilai fallback dalam CSS.
  • Ekstensi CSS seperti width(), height(), num(), rand(), index(), dan length() tidak dapat digunakan dalam CSS.

Properti yang diizinkan untuk keyframe

Tidak semua properti CSS dapat digunakan dalam keyframe. Hanya properti CSS yang dapat dioptimalkan dan dianimasikan dengan cepat oleh browser modern yang diizinkan. Daftar ini akan bertambah dengan semakin banyaknya properti yang dikonfirmasi untuk memberikan performa yang baik. Saat ini daftar ini berisi: - opacity - transform - visibility - offset-distance

Perlu diperhatikan bahwa penggunaan properti CSS yang diberi prefiks oleh vendor tidak diperlukan dan tidak diizinkan.

Bentuk singkat konfigurasi animasi

Jika animasi hanya melibatkan satu elemen, dan satu efek keyframe sudah memadai, konfigurasi dapat disederhanakan menjadi satu komponen animasi ini saja. Misalnya:

<amp-animation layout="nodisplay">
<script type="application/json">
{
  "selector": "#target-id",
  "duration": "1s",
  "keyframes": {"opacity": 1}
}
</script>
</amp-animation>

Jika animasi terdiri dari daftar komponen, tetapi tidak memiliki animasi level teratas, konfigurasi dapat disederhanakan menjadi sebuah array komponen. Misalnya:

  <amp-animation layout="nodisplay">
  <script type="application/json">
  [
    {
      "selector": ".target-class",
      "duration": 1000,
      "keyframes": {"opacity": 1}
    },
    {
      "selector": ".target-class",
      "duration": 600,
      "delay": 400,
      "keyframes": {"transform": "scale(2)"}
    }
  ]
  </script>
  </amp-animation>

Komposisi animasi

Animasi dapat merujuk animasi lain sehingga menggabungkan beberapa deklarasi amp-animation menjadi satu animasi final. Merujuk animasi dari animasi lain secara umum sama dengan nesting (penyarangan). Alasan mengapa seseorang ingin membagi animasi menjadi beberapa elemen berbeda adalah agar dapat menggunakan kembali animasi yang sama dari beberapa tempat, atau agar setiap deklarasi animasi menjadi lebih kecil dan lebih mudah dikelola.

Misalnya:

<amp-animation id="anim1" layout="nodisplay">
<script type="application/json">
{
  "animation": "anim2",
  "duration": 1000,
  "--scale": 2
}
</script>
</amp-animation>

<amp-animation id="anim2" layout="nodisplay">
<script type="application/json">
{
  "selector": ".target-class",
  "keyframes": {"transform": "scale(var(--scale))"}
}
</script>
</amp-animation>

Contoh animasi ini akan menggabungkan animasi "anim2" sebagai bagian dari "anim1". "Anim2" disertakan tanpa target (selector). Dalam kasus semacam ini, animasi yang disertakan diharapkan akan merujuk ke targetnya sendiri.

Bentuk lainnya memungkinkan penyertaan animasi untuk menyediakan satu atau beberapa target. Dalam kasus semacam ini, animasi yang disertakan dieksekusi untuk setiap target yang cocok. Misalnya:

<amp-animation id="anim1" layout="nodisplay">
<script type="application/json">
{
  "selector": ".target-class",
  "animation": "anim2",
  "duration": 1000,
  "--scale": 2
}
</script>
</amp-animation>

<amp-animation id="anim2" layout="nodisplay">
<script type="application/json">
{
  "keyframes": {"transform": "scale(var(--scale))"}
}
</script>
</amp-animation>

Di sini, entah ".target-class" cocok dengan satu elemen, beberapa elemen, atau tidak cocok dengan elemen mana pun, "anim2" akan dieksekusi untuk setiap target yang cocok.

Variabel dan properti pengaturan waktu yang ditentukan dalam animasi caller juga diteruskan ke animasi yang disertakan.

Ekspresi var() dan calc()

amp-animation memungkinkan penggunaan ekspresi var() dan calc() untuk nilai pengaturan waktu dan keyframe.

Misalnya:

<amp-animation layout="nodisplay">
<script type="application/json">
[
  {
    "selector": ".target-class",
    "duration": "4s",
    "delay": "var(--delay)",
    "--y": "var(--other-y, 100px)",
    "keyframes": {"transform": "translate(calc(100vh + 20px), var(--y))"}
  }
]
</script>
</amp-animation>

Baik var() maupun calc() di-polyfill pada platform yang tidak mendukungnya secara langsung. Properti var() diekstrak dari elemen target yang terkait. Namun, Anda tidak dapat mem-polyfill sepenuhnya properti var(). Jadi, jika kompatibilitas menjadi pertimbangan penting, sebaiknya sertakan nilai default dalam ekspresi var(). Misalnya:

<amp-animation layout="nodisplay">
<script type="application/json">
[
  {
    "selector": ".target-class",
    "duration": "4s",
    "delay": "var(--delay, 100ms)",
  }
]
</script>
</amp-animation>

Komponen animasi dapat menentukan variabelnya sendiri sebagai kolom --var-name. Variabel ini disebarkan ke dalam animasi bersarang dan menggantikan variabel elemen target yang ditentukan melalui stylesheet (tag <style>). Ekspresi var() mula-mula mencoba mengetahui nilai variabel yang ditentukan dalam animasi dan kemudian mengkueri gaya target.

Ekstensi CSS

amp-animation menyediakan beberapa ekstensi CSS untuk keperluan animasi umum: rand(), num(), width(), dan height(). Fungsi ini dapat digunakan di mana pun nilai CSS dapat digunakan dalam amp-animation, termasuk nilai pengaturan waktu dan keyframe.

Ekstensi index() CSS

Fungsi index() menampilkan indeks elemen target saat ini dalam efek animasi. Hal ini paling relevan jika beberapa target dianimasikan dengan efek yang sama menggunakan properti selector. Target pertama yang cocok dengan selektor akan memiliki indeks 0, target kedua memiliki indeks 1, dan seterusnya.

Di antara hal-hal lainnya, properti ini dapat dikombinasikan dengan ekspresi calc() dan dapat digunakan untuk membuat efek bergilir. Misalnya:

{
  "selector": ".class-x",
  "delay": "calc(200ms * index())"
  }

Ekstensi length() CSS

Fungsi length() menampilkan jumlah elemen target dalam efek animasi. Hal ini paling relevan jika dikombinasikan dengan index():

{
  "selector": ".class-x",
  "delay": "calc(200ms * (length() - index()))"
  }

Ekstensi rand() CSS

Fungsi rand() menampilkan nilai CSS acak. Bentuknya ada dua.

Bentuk tanpa argumen hanya akan menampilkan angka acak antara 0 dan 1.

{
  "delay": "calc(10s * rand())"
  }

Bentuk kedua memiliki dua argumen dan menampilkan nilai acak antara kedua argumen tersebut.

{
  "delay": "rand(5s, 10s)"
  }

Ekstensi width() dan height() CSS

Ekstensi width() dan height() menampilkan lebar/tinggi elemen animasi atau elemen yang ditentukan oleh selektor. Nilai ditampilkan dalam satuan piksel, misalnya 100px.

Bentuk berikut didukung:

  • width() dan height() - lebar/tinggi elemen animasi.
  • width('.selector') dan height('.selector') - lebar/tinggi elemen yang ditentukan oleh selektor. Semua selektor CSS dapat digunakan. Misalnya, width('#container &gt; li').
  • width(closest('.selector')) dan height(closest('.selector')) - lebar/tinggi elemen yang ditentukan oleh selektor terdekat.

Ekstensi width() dan height() sangat berguna khususnya untuk properti transformi. left, top, dan properti CSS serupa dapat menggunakan nilai % untuk mengekspresikan animasi yang sebanding dengan ukuran container. Namun, properti transform menafsirkan nilai % secara berbeda - sebagai persentase dari elemen yang dipilih. Dengan demikian, width() dan height() dapat digunakan untuk mengekspresikan animasi transformasi dari segi elemen container dan sejenisnya.

Fungsi ini dapat dikombinasikan dengan calc(), var() dan ekspresi CSS lainnya. Misalnya:

{
  "transform": "translateX(calc(width('#container') + 10px))"
  }

Ekspresi num() CSS

Fungsi num() menampilkan representasi angka dari sebuah nilai CSS. Misalnya:

  • num(11px) menghasilkan 11;
  • num(110ms) menghasilkan 110;
  • dll.

Sebagai contoh, ekspresi berikut menghitung penundaan dalam detik yang sebanding dengan lebar elemen:

{
  "delay": "calc(1s * num(width()) / 100)"
  }

Animasi SVG

SVG sangat canggih dan kami sangat merekomendasikannya untuk animasi!

Animasi SVG didukung melalui properti CSS yang sama seperti yang dijelaskan dalam Properti yang diizinkan untuk keyframe dengan beberapa variasi:

  • Elemen IE/Edge SVG tidak mendukung properti transform CSS. Animasi transform itu sendiri di-polyfill. Namun, status awal yang ditentukan dalam stylesheet tidak diterapkan. Jika status transformasi awal dibutuhkan di IE/Edge, sebaiknya duplikasikan melalui atribut transform SVG.
  • Meskipun transform CSS di-polyfill untuk IE/Edge, sayangnya transform-origin tidak dapat di-polyfill. Jadi, jika kompatibilitas dengan IE/Edge menjadi pertimbangan penting, sebaiknya gunakan hanya transform-origin default.
  • Saat ini, sebagian besar browser mengalami masalah dalam menafsirkan transform-origin CSS dengan benar. Lihat masalah untuk Chrome, Safari dan Firefox. Sebagian besar kebingungan ini akan terselesaikan setelah transform-box CSS diimplementasikan. Meskipun transform-origin itu penting, sebaiknya sertakan juga transform-box CSS yang diinginkan untuk kompatibilitas di masa mendatang.

Memicu animasi

Animasi dapat dipicu melalui atribut trigger atau tindakan on.

Atribut trigger

Saat ini, visibility adalah satu-satunya nilai yang tersedia untuk atribut trigger. visibility dipicu saat dokumen atau sematan sumber terlihat (di viewport).

Misalnya:

<amp-animation id="anim1" layout="nodisplay"
    trigger="visibility">
    ...
  </amp-animation>

Memicu melalui tindakan on

Misalnya:

<amp-animation id="anim1" layout="nodisplay">
  ...
</amp-animation>
<button on="tap:anim1.start">Animate</button>

Tindakan on

Elemen amp-animation mengekspor tindakan berikut:

  • start - Memulai animasi jika belum dijalankan. Properti dan variabel pengaturan waktu dapat ditentukan sebagai argumen tindakan. Misalnya, anim1.start(delay=-100, --scale=2).
  • restart - Memulai animasi atau memulai ulang animasi yang sedang dijalankan. Properti dan variabel pengaturan waktu dapat ditentukan sebagai argumen tindakan. Misalnya, anim1.start(delay=-100, --scale=2).
  • pause - Menjeda animasi yang sedang berjalan.
  • resume - Melanjutkan lagi animasi yang sedang berjalan.
  • togglePause - Beralih antara tindakan jeda/lanjutkan.
  • seekTo - Menjeda animasi dan mencari ke titik waktu yang ditetapkan oleh argumen time dalam milidetik atau argumen percent sebagai titik persentase dalam timeline.
  • reverse - Membalik animasi.
  • finish - Menyelesaikan animasi.
  • cancel - Membatalkan animasi.
Perlu bantuan lainnya?

You've read this document a dozen times but it doesn't really cover all of your questions? Maybe other people felt the same: reach out to them on Stack Overflow.

Go to Stack Overflow
Found a bug or missing a feature?

The AMP project strongly encourages your participation and contributions! We hope you'll become an ongoing participant in our open source community but we also welcome one-off contributions for the issues you're particularly passionate about.

Go to GitHub